#ClientRequest #FundamentalReview
MEDC
Kinerja Keuangan
- MEDC mencatatkan pendapatan US$1,13 miliar di 1H25 (-2,3% YoY) dengan EBITDA US$623 juta (-4% YoY) dan margin EBITDA stabil di ~55%. Laba bersih hanya US$37,37 juta (-81,5% YoY) terutama akibat rugi US$31 juta dari AMMN dan biaya dry hole US$8,9 juta.
- Belanja modal US$193 juta difokuskan pada proyek pengembangan di Oman, South Natuna Sea Block B, Corridor, serta energi terbarukan. Utang bersih US$2,1 miliar dengan rasio net debt/EBITDA 1,8x menunjukkan struktur keuangan yang masih sehat.
Prospek Perusahaan
- Akuisisi Blok Baru: MEDC mengambil 45% hak partisipasi di Sakakemang & 80% di South Sakakemang, memperkuat portofolio gas dan potensi produksi jangka menengah.
- Penguatan Posisi Infrastruktur: Kepemilikan MEDC di Transportasi Gas Indonesia naik menjadi 40%, mendukung kontrol distribusi gas.
- Buyback & Dividen: Buyback Rp815 miliar dan dividen US$63 juta menunjukkan kepercayaan manajemen pada valuasi saham dan komitmen pemegang saham.
- Potensi Pemulihan: Semester II-2025 diproyeksikan ada peningkatan produksi dan kinerja setelah kuartal I melemah.
Harga dan Pergerakan Asing
- Harga saham MEDC saat ini Rp1.710, naik 52% YTD. Dalam sebulan terakhir, investor asing membeli Rp467 miliar dan menjual Rp416 miliar, menghasilkan net buy Rp51 miliar.
Valuasi dan Rekomendasi
- MEDC diperdagangkan pada PER 13x (undervalued dibanding industri 15,5x) dan PBV 1,27x (undervalued dibanding industri 2,21x).
- Asumsi Book Value per Share (BVS) = Harga Sekarang ÷ PBV Sekarang = 1.710 ÷ 1,27 ≈ 1.346, maka fair value = 2,21 × 1.346 ≈ Rp2.973 per saham
- Dengan valuasi ini, MEDC masih menawarkan potensi kenaikan signifikan jika pasar menilai kembali aset dan ekspansi jangka menengah.
Disclaimer On - BRI Danareksa Sekuritas









