FOMC Minutes Perkuat Higher-for-Longer, IHSG Berpotensi Konsolidasi

SAPA MENTARI – 8 Oktober 2026

 

Global Market

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,66% ke level 51.179,87. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,22% ke 7.801,77 dan Nasdaq Composite melemah -0,22% menjadi 27.538,69.

 

IHSG  Review

IHSG ditutup melemah 0,75% ke level 6.146,72 pada Rabu (7/10) setelah gagal mempertahankan penguatan di awal perdagangan. Tekanan terutama berasal dari saham BYAN, sementara investor tetap mencermati tingginya yield US Treasury dan harga minyak. Di sisi lain, sentimen domestik masih mendapat dukungan dari FTSE Russell yang mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market serta cadangan devisa September sebesar US$146,3 miliar.

 

Fokus utama hari ini adalah respons pasar terhadap FOMC Minutes September yang cenderung hawkish. Mayoritas anggota The Fed menilai kenaikan suku bunga tambahan masih kemungkinan diperlukan sebelum akhir 2026, dengan inflasi dinilai masih elevated dan aktivitas ekonomi tetap solid. Meski demikian, Fed menegaskan keputusan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi. Kondisi ini berpotensi menjaga yield UST dan dolar AS tetap tinggi, sehingga ruang penguatan aset emerging market seperti IHSG masih terbatas.

 

Secara teknikal, pelemahan IHSG yang disertai volume perdagangan besar mengindikasikan meningkatnya tekanan jual dan membuka peluang indeks memasuki fase konsolidasi. IHSG masih berada di bawah resistance 6.200 - 6240, sementara support berada di 6.100 - 6120. Selama support tersebut mampu dipertahankan, konsolidasi masih berpotensi menjadi fase base building; namun, pelemahan di bawah 6.100 akan meningkatkan risiko koreksi lanjutan.

 

Stock Pick :

INDY, KAEF, INDF