Harga Minyak Terkoreksi, IHSG Masih Dibayangi Tekanan Global

SAPA MENTARI – 30 September 2026

 

Global Market

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,26% ke level 51.349,92. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,17% ke 7.670,84 dan Nasdaq Composite melemah -0,085% menjadi 26.797,54.

 

IHSG  Review

IHSG ditutup melemah 0,43% ke level 6.121,70 pada Selasa (29/9), meskipun berhasil memangkas pelemahan setelah sempat menyentuh 6.013. Tekanan pasar dipicu oleh rupiah yang menembus Rp18.000/US$, kenaikan yield US Treasury 10Y di atas 5,2%, serta harga Brent yang bertahan di atas US$107/barel. Selain itu, pasar masih berada dalam fase adaptasi terhadap kebijakan baru BEI terkait batas minimum harga saham Rp1.

 

Fokus sentimen hari ini tertuju pada perkembangan harga minyak dan stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian geopolitik. Harga Brent terkoreksi ke sekitar US$104/barel seiring rencana pelepasan cadangan minyak strategis AS dan pemulihan jalur ekspor Saudi. Namun, penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish masih membayangi pasar. Dari domestik, investor juga mencermati rilis data perdagangan Agustus dan inflasi September serta respons BI dalam menjaga stabilitas rupiah.

 

Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, meskipun terdapat indikasi technical rebound setelah terjadi rejection di area psikologis 6.000. Support berada di 6.000, diikuti 5.854, sementara resistance terdekat di 6.200 dan 6.375. Selama belum mampu menembus 6.200, indeks masih berisiko melanjutkan tekanan; sebaliknya, breakout level tersebut dapat membuka peluang pemulihan teknikal.

 

Stock Pick :

VKTR, RATU, AMRT