Adaptasi Kebijakan Harga Minimum Rp1, IHSG Berpotensi Uji Support 6.110

SAPA MENTARI – 29 September 2026

 

Global Market

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,67% ke level 51.481,51. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,77% ke 7.683,69 dan Nasdaq Composite melemah -0,92% menjadi 26.820,38.

 

IHSG  Review

 

IHSG ditutup melemah 1,51% ke level 6.147,86 pada Senin (28/9), melanjutkan tekanan jual di tengah pelemahan rupiah hingga Rp17.965/US$, mendekati level psikologis Rp18.000. Tekanan dipicu kenaikan yield US Treasury, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian geopolitik yang mendorong harga energi tetap tinggi. Pelemahan meluas ke seluruh sektor, dengan 532 saham terkoreksi, mencerminkan sikap investor yang cenderung defensif.

 

Fokus sentimen hari ini tertuju pada fase adaptasi terhadap kebijakan BEI yang menurunkan batas harga minimum saham menjadi Rp1. Perubahan ini berpotensi meningkatkan volatilitas, khususnya pada saham berharga rendah, seiring penyesuaian rentang harga dan mekanisme auto rejection. Dari eksternal, tekanan masih berasal dari ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish, penguatan DXY di atas 101, serta kenaikan harga minyak akibat ketegangan AS–Iran yang memperbesar risiko inflasi global.

 

Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi setelah menembus neckline pola Head and Shoulders di 6.375. MACD masih menunjukkan bearish momentum, dengan support terdekat di 6.110, diikuti 6.030. Sementara itu, resistance berada di 6.185, kemudian area 6.230–6.270. Pergerakan selanjutnya akan mencermati kemampuan indeks bertahan di area support serta perkembangan volatilitas selama fase adaptasi kebijakan BEI.

 

Stock Pick :

PTBA, UVCR, AMRT