IHSG Uji Level 6000, Pasar Mencermati Dampak Reshuffle dan Katalis Global
SAPA MENTARI – 2 Oktober 2026
Global Market
Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +0,040% ke level 50.926,56. Sementara itu, S&P 500 menguat +0,19% ke 7.666,45 dan Nasdaq Composite menguat +0,039% menjadi 26.871,60.
IHSG Review
IHSG ditutup melemah 1,02% ke level 6.009,50 pada Kamis (1/10), menjadi level terendah dalam lebih dari dua bulan. Tekanan jual cukup luas dengan 450 saham melemah, sementara investor asing mencatat net sell sekitar Rp240 miliar di pasar reguler. Sentimen domestik turut dipengaruhi ketidakpastian pasca-reshuffle Kabinet Merah Putih, di tengah rupiah dan pasar saham yang masih berada dalam tekanan.
Fokus sentimen selanjutnya bergeser ke rilis data ekonomi global, terutama data tenaga kerja AS yang akan menjadi perhatian dalam membaca arah kebijakan The Fed. Dari domestik, surplus perdagangan Agustus mencapai US$3,55 miliar, sementara inflasi September tercatat 3,28% YoY, menunjukkan aktivitas ekspor masih solid namun tekanan harga domestik mulai meningkat. Pasar juga akan mengevaluasi dampak reshuffle kabinet dan implementasi short selling terhadap sentimen serta aktivitas perdagangan.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah menembus support Fibonacci 6.019 dan ditutup dekat level psikologis 6.000. MACD masih menunjukkan bearish momentum, sehingga indeks berpotensi konsolidasi di area 6.000–6.200. Support berikutnya berada di 5.854, sedangkan resistance 6.185–6.240; kemampuan kembali menembus 6.185 menjadi konfirmasi awal untuk membuka ruang technical rebound.
Stock Pick :
ENRG, COCO, VKTR


