Sentimen Politik Domestik dan Arah The Fed Warnai Pergerakan IHSG

SAPA MENTARI – 5 November 2026

 

Global Market

Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +3,03% ke level 53.356,12. Sementara itu, S&P 500 menguat +1,58% ke 7.688,62 dan Nasdaq Composite menguat +1,44% menjadi 25.736,51.

 

IHSG  Review

IHSG menguat 0,32% ke level 4.919,77 pada Rabu (4/11), setelah sempat terkoreksi hingga 4.826 pada awal perdagangan. Penguatan mulai terlihat pada sesi kedua dan didorong terutama oleh sektor financials (+1,15%), technology (+0,80%), serta consumer non-cyclicals (+0,27%). Saham BBRI, BBCA, dan ANTM menjadi beberapa penopang indeks. Meski demikian, nilai transaksi tercatat Rp9,65 triliun, masih menunjukkan bahwa pemulihan pasar belum sepenuhnya solid setelah tekanan jual tajam pada perdagangan sebelumnya.

Dari domestik, KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5,4–5,5%. Namun, pasar masih perlu mencermati isu penyadapan yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi Polri karena berpotensi menambah ketidakpastian politik dan persepsi risiko investasi. Dari global, hasil Pemilu Sela AS menjadi perhatian terhadap arah kebijakan pemerintahan Trump, sementara data JOLTS September menunjukkan lowongan kerja meningkat menjadi 7,523 juta, melampaui ekspektasi 7,10 juta. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan pergerakan dolar AS.

Secara teknikal, IHSG mulai menunjukkan technical rebound setelah menyentuh area support Fibonacci 4.830–4.761. Namun, indeks masih bergerak jauh di bawah MA20 (5.420), sementara MACD berada di area negatif dengan garis MACD (-297) masih di bawah signal line (-271). Hal ini mengindikasikan tren bearish masih dominan meskipun tekanan jual mulai mereda. Untuk perdagangan berikutnya, IHSG berpeluang menguji resistance 4.962–5.000. Jika belum mampu menembus area tersebut, risiko pelemahan kembali menuju 4.830–4.761 masih perlu diwaspadai. Resistance berikutnya berada di 5.137. 

 

Stock Pick :

BBCA, ICBP, PGAS