Data Domestik Jadi Fokus, IHSG Berpotensi Konsolidasi di Area 6.000–6.200
SAPA MENTARI – 1 Oktober 2026
Global Market
Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,86% ke level 50.906,05. Sementara itu, S&P 500 melemah -0,25% ke 7.651,54 dan Nasdaq Composite menguat +0,24% menjadi 26.861,06.
IHSG Review
IHSG ditutup melemah 0,83% ke 6.071,89 pada Rabu (30/9), dengan investor asing mencatat net sell Rp1,56 triliun di pasar reguler. Tekanan masih berasal dari pelemahan rupiah, yield US Treasury yang tinggi, serta ketidakpastian geopolitik. Namun, penurunan harga minyak ke sekitar US$96/barel mulai memberikan sedikit ruang bagi sentimen, sementara komentar John Williams yang menyebut belum ada urgensi untuk menaikkan suku bunga kembali dalam waktu dekat turut meredakan tekanan dari ekspektasi Fed.
Fokus sentimen selanjutnya bergeser ke rilis data ekonomi domestik pada 1 Oktober, terutama inflasi September dan neraca perdagangan Agustus. Konsensus Reuters memperkirakan surplus perdagangan Agustus sekitar US$630 juta, sementara inflasi September diproyeksikan meningkat tipis; data ini akan menjadi penting untuk menilai tekanan eksternal, daya beli domestik, serta ruang kebijakan BI di tengah rupiah yang masih berada di level lemah.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan namun mulai memasuki area support Fibonacci 6.019, dengan support berikutnya di 5.854. MACD masih bearish, sehingga rebound belum terkonfirmasi; indeks berpotensi konsolidasi di area 6.000–6.200. Kemampuan bertahan di 6.019 menjadi kunci, sementara breakout 6.185–6.240 diperlukan untuk membuka ruang technical rebound lebih lanjut.
Stock Pick :
EMAS, UNTR, SRSN


