IQPlus, (12/12) - PT Bio Farma (Persero) memperkuat langkahnya di sektor diagnostik dengan menjalin kerja sama bersama PT Fapon Bioindustries Indonesia, perusahaan yang berada di bawah Fapon Biotech. Kesepakatan tersebut ditandatangani di kantor pusat Fapon Biotech di Dongguan, Guangdong, Tiongkok, dan mencakup pengembangan hingga produksi produk In-Vitro Diagnostics (IVD) di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Bio Farma menargetkan peningkatan kemandirian industri kesehatan nasional, terutama pada produk diagnostik yang selama ini banyak bergantung pada impor. Pengembangan kemampuan produksi IVD di dalam negeri dipandang penting untuk mendukung ketahanan sistem kesehatan Indonesia dalam jangka panjang. Perjanjian itu ditandatangani oleh Kepala Divisi Perencanaan dan Strategi Bisnis Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, bersama CEO Fapon Indonesia, Dyah Juliana Pudjiati. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat penguasaan teknologi diagnostik di dalam negeri sekaligus memperkuat struktur industri kesehatan nasional. Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian kesehatan nasional. "Kami sangat menyambut baik kerja sama dengan Fapon untuk membawa metode dan teknologi produksi IVD ke dalam negeri. Inisiatif ini akan memperkuat kapabilitas Bio Farma dalam memproduksi perangkat diagnostik mutakhir guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional," kata Shadiq. Presiden Fapon Biotech, Ben He, menegaskan komitmen perusahaannya untuk berkontribusi dalam penguatan sektor kesehatan Indonesia melalui kemitraan strategis dengan Bio Farma. (end)