IQPlus, (26/8) - Bank Indonesia (BI) mengedukasi Cinta Bangga dan Paham (CBP) rupiah kepada masyarakat di wilayah perbatasan RI dan Filipina di Sulawesi Utara (Sulut). "Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka semakin cinta, bangga dan paham dengan mata uang rupiah," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto di Manado, Sulut, Selasa. Joko mengatakan, melalui Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERP) Tahun 2025, Bank Indonesia (BI) berharap pemahaman masyarakat di perbatasan tentang rupiah akan sama dengan masyarakat di kota. "Kami melakukan edukasi hingga wilayah tertinggal terluar terdepan atau 3T," kata Joko. Dia menjelaskan cinta rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah. Memperlakukan rupiah secara tepat, menjaga dirinya dari kejahatan uang palsu. Ada tiga slogan cinta rupiah, yaitu mengenali, merawat dan menjaga. Kemudian, bangga rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan NKRI, dan alat pemersatu bangsa. Tiga bangga rupiah yaitu simbol kedaulatan, pembayaran yang sah, pemersatu bangsa. Terakhir paham rupiah, katanya, merupakan perwujudan kemampuan masyarakat memahami peran rupiah dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi dan fungsinya sebagai alat penyimpan nilai kemampuan. Tiga paham rupiah yaitu bertransaksi, berbelanja dan berhemat. (end/ant)