IQPlus, (13/8) - Jepang akan memulai penyelidikan anti-dumping terhadap beberapa produk baja Tiongkok dan Korea Selatan, upaya terbaru negara tersebut untuk melindungi produsen lokal dari gelombang impor paduan tersebut. Investigasi tersebut, yang diperkirakan akan selesai dalam setahun, akan menyelidiki aliran gulungan, lembaran, dan strip galvanis celup panas, ungkap Kementerian Perdagangan dan Keuangan pada Rabu (13 Agustus). Keputusan ini menyusul pengajuan permohonan pada bulan April oleh empat perusahaan, termasuk Nippon Steel dan Kobe Steel. Ekspor baja dari Tiongkok, produsen terbesar di dunia, telah melonjak tahun ini karena penurunan pasar propertinya yang menekan permintaan domestik. Hal ini membebani harga dan memberi tekanan pada produsen di seluruh dunia, sementara tarif yang diberlakukan oleh pemerintah AS juga telah mempersulit lingkungan bisnis. Kedua kementerian akan memberikan kesempatan kepada para pihak, termasuk pemasok Korea Selatan dan Tiongkok, untuk memberikan bukti sebelum memutuskan apakah akan mengenakan bea masuk atau tidak. Bulan lalu, Jepang memulai investigasi bea masuk antidumping terhadap gulungan, lembaran, dan strip baja tahan karat canai dingin bernikel buatan Tiongkok dan Taiwan. (end/Bloomberg)